REHABILITASI CEDERA OLAHRAGA

Rehabilitasi Cedera Olahraga

Dr. dr. Tirza Z. Tamin, Sp.KFR-K

Department of Physical Medicine and Rehabilitation, Cipto Mangunkusomo Hospital


Salah satu gaya hidup sehat adalah kebiasaan berolahraga teratur. Dewasa ini terlihat perkembangan minat pada kegiatan ini meningkat. Peningkatan minat olahraga  tersebut tidak disertai dengan adanya pengetahuan mengenai pencegahan cedera yang mungkin terjadi saat berolahraga. Pelaku olahraga tidak menyadari bahwa dirinya telah mengalami cedera.

Cedera olahraga adalah segala macam cedera yang timbul, baik sewaktu kegiatan fisik, latihan maupun pertandingan.

Cedera yang sering terjadi adalah :

  • Cedera jaringan lunak seperti cedera otot, sendi, dll.
  • Cedera tulang (patah tulang karena tekanan)

Gejala yang sering dirasakan meliputi nyeri pinggang dan punggung bawah (Low Back Pain), nyeri pada siku, lutut dan lain-lain.

Bagaimana terjadinya cedera olahraga?

Cedera olahraga dapat terjadi jika aktivitas dilakukan dengan beban yang berlebihan dibandingkan dengan beban yang dibutuhkan. Biasanya ditandai dengan rasa nyeri menetap serta adanya perubahan struktur tubuh.

Terdapat dua faktor penyebab terjadinya cedera yaitu:

  • Faktor Dalam Olahragawan
    • Umur dan jenis kelamin
    • Riwayat cedera sebelumnya
    • Kekuatan otot, tingkat kebugaran, dan kelenturan
    • Bentuk tubuh
    • Faktor psikologis
    • Faktor Luar Olahragawan
  • Tipe dan tingkat olahraga (profesional, amatir)
  • Posisi
  • Waktu, musim, cuaca
  • Peralatan
  • Permukaan lapangan

Upaya Pencegahan meliputi:

  • Pemeriksaan awal sebelum melakukan olahraga untuk menentukan ada tidaknya kontraindikasi (kelainan struktur atau ketidakseimbangan otot) dan menentukan jenis olahraga yang sesuai.
  • Melakukan olahraga dengan tekhnik yang tepat agar tidak terjadi pembebanan berlebihan pada jaringan tubuh yang terlibat.
  • Menggunakan alat-alat yang tepat untuk membantu mencegah terjadinya cedera, seperti : sepatu lari yang baik, pelindung kepala dan lutut saat bersepeda, dan lain-lain.
  • Memperhatikan kondisi pra sarana olahraga seperti permukaan lapangan yang rata termasuk lingkungan fisik seperti suhu dan kelembaban udara di sekeliling.
  • Berhenti berolahraga jika timbul rasa nyeri.

Penanganan cedera olahraga

Pertolongan pertama pada cedera olahraga sesuai dengan jenis cedera olahraga. Pada umumnya tujuan awal dari pertolongan ini adalah untuk meminimalkan rasa nyeri dan pembengkakan jaringan  :

  1. Hentikan kegiatan olahraga
  2. Lakukan Prinsip PRINCE
  • PProtection—Pelindung

Pada area cedera diberikan pelindung berupa balutan dengan kain, pita balut dan lain-lain guna melindungi area yang terluka dari infeksi dan mengurangi perdarahan.

  • R-Rest—Istirahat

Istirahat mencegah agar tidak terjadi cedera berulang dan memperbaiki aliran darah pada daerah cedera.

  • IIce—Es

Pengobatan dengan es bertujuan untuk mengurangi nyeri dan respon peradangan. Es dapat ditempelkan selama 10-20 menit secara periodik dalam waktu 24 jam pertama. Pengobatan dengan kompres panas dapat dilakukan setelah 48 jam dan secara bergantian dengan kompres dingin.

  • N-Non Steroid Anti Inflammation Drug (NSAID)

Penggunaan obat-obatan NSAID dapat diberikan untuk mengurangi rasa nyeri, peradangan, serta pembengkakan.

  • C-Compression—Kompresi

Membantu mengurangi pembengkakan, perdarahan, pergerakan pada area yang cedera.

  • E-Elevation—Elevasi

Posisikan bagian kaki yang cedera lebih tinggi dari posisi jantung guna mencegah terjadinya bendungan aliran darah vena dan limfatik pasca cedera olahraga.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *