ATASI RISIKO JATUH !

Atasi Risiko Jatuh!

Dr. dr. Tirza Z. Tamin, Sp.KFR-K

Department of Physical Medicine and Rehabilitation, Cipto Mangunkusomo Hospital


Risiko jatuh adalah peningkatan kemungkinan untuk jatuh yang dapat disertai atau tanpa disertai dengan cedera fisik atau kehilangan kesadaran.

Tubuh manusia memiliki mekanisme untuk mempertahankan postur agar tetap tegak saat anda duduk, berdiri, maupun beraktivitas. Mekanisme ini merupakan kerja sama antara organ mata, vestibuler, dan propioseptif yang diatur oleh pusat keseimbangan di otak kita.

Apabila terjadi kerusakan atau kelainan pada salah satu organ tersebut maka akan terjadi gangguan keseimbangan. Gangguan keseimbangan mengakibatkan anda berisiko mudah jatuh dan takut akan jatuh (fear of falls).

Kondisi lingkungan, seperti permukaan tanah tidak rata, lantai basah, atau banyak undakan, juga akan mempengaruhi sistem keseimbangan anda.

APAKAH ANDA BERISIKO JATUH?

Apabila anda memiliki satu atau lebih tanda-tanda, seperti :

  1. Gangguan pola berjalan : berjalan dengan diseret, menghentak, berayun
  2. Gangguan pendengaran dan/atau penglihatan
  3. Vertigo, mudah pusing, atau pingsan pada posisi tegak
  4. Kelemahan otot sebagian atau seluruh tubuh, dengan/tanpa 
menggunakan alat bantu jalan
  5. Buang air kecil atau besar yang tidak terkontrol
  6. Sakit sedang atau berat
  7. Gangguan kesadaran / kebingungan terhadap kondisi sekitar
  8. Konsumsi obat-obat berisiko tinggi (misal: obat penenang, 
obat hipertensi, obat diabetes, obat pencahar, obat diuretik)
  9. Riwayat jatuh dalam waktu 12 bulan terakhir
  10. Usia 70 tahun ke atas

Maka anda memiliki risiko gangguan keseimbangan dan mudah jatuh.

APA YANG HARUS ANDA LAKUKAN UNTUK MENCEGAH JATUH?

Saat di rumah

  • Gunakan alas kaki yang tidak licin
  • Jaga lantai agar tidak licin atau basah
  • Gunakan alas pijakan karet di kamar mandi
  • Pasang susuran tangan di toilet atau kamar mandi
  • Pastikan pencahayaan di rumah cukup terang
  • Bila anda ke kamar mandi / kamar kecil, jangan mengunci pintu kamar mandi.
  • Konsumsi obat risiko tinggi secaara teratur sesuai instruksi dokter.
  • Jaga kecukupan asupan makanan dan kalori
  • Pasien dengan gangguan fungsi kognitif mesti mendapat pendampingan

Saat di luar rumah

  • Gunakan alas kaki yang tidak licin
  • Hindari menggunakan sepatu hak tinggi
  • Gunakan selalu alat bantu berjalan (tongkat, tripod / quadripod, walker, kursi roda, dll) sesuai yang telah direkomendasikan oleh dokter anda
  • Gunakan selalu alat bantu penglihatan dan/atau penden- garan sesuai yang telah direkomendasikan oleh dokter anda
  • Hindari jalan yang licin, basah, atau gelap
  • Minta keluarga atau teman anda mendampingi saat keluar rumah apabila gangguan keseimbangan anda cukup berat dan sangat menganggu

Saat di rumah sakit

  • Perawat akan melakukan penilaian risiko jatuh setiap anda datang ke rumah sakit
  • Apabila anda termasuk berisiko jatuh, perawat akan memasangkan pita kuning/gelang kuning di lengan anda sebagai penanda anda berisiko jatuh
  • Pita kuning / gelang kuning harus dipakai selama anda di Rumah Sakit
  • Beritahukan dokter jenis obat – obatan yang rutin anda minum

PEMERIKSAAN FUNGSI KESEIMBANGAN

Uji fungsi keseimbangan secara umum meliputi uji keseimbangan statis dan uji keseimbangan dinamis dengan menggunakan skala keseimbangan Berg.

APA PERANAN KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI PADA PENCEGAHAN JATUH ?

Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi berperan penting untuk membantu anda menjaga kebugaran dan kekuatan fisik yang prima. Kondisi fisik, psikologis, dan pikiran yang menciptakan sistem keseimbangan tubuh yang optimal.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi akan mengevaluasi kondisi anda secara keseluruhan. Selanjutnya anda akan diberi edukasi,program latihan baik di rumah maupun di Klinik Rehabilitasi Medik, dan alat bantu (bila perlu). Saat latihan, anda akan didampingi oleh dokter dan tenaga terapis yang sudah berpengalaman.

Adapun program – program yang dapat diberikan adalah sebagai berikut :

  1. Latihan postur
  2. Latihan penguatan otot-otot tungkai bawah (NK table, ankle weight) dan/atau otot-otot lengan bila menggunakan alat bantu jalan
  3. Latihan keseimbangan (balance board)
  4. Latihan ambulasi (berjalan) dengan atau tanpa 
alat bantu berjalan
  5. Latihan aerobik (treadmill, sepeda statis)
  6. Latihan khusus untuk vertigo (latihan brandt-daroff)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *